23 Oktober 2009
21 Oktober 2009
pergantian ketua
10 Juni 2009
pengalaman kota-pejompongan, sabtu (10 Juni 2009)
Assalamualaikum..
penulisan ini berupa curhat (sedih dan lebay mode=on).
penulisan ini juga merupakan sebuah tanggapan atas usulan penulisan novel yang diajukan oleh mbak Edmalia. Doain ajah yah, mbak.
Ceritanya dimulai ketika pagi itu tertanggal sesuai judul siberuang mendapat tugas untuk mengurus dokumen luar negeri (aneh yah!!akuntan kok ngurus dokumen a.k.a NGULI.
Langsung ajah karena buru dan mempersiapkan dokumen sesiap-siapnya, siberuang langsugn berangkat ke daerah kota di dekat Istana Presiden yang berwarna putih tersebut.
tapi berada di sisi barat.
Di sana setelah bergerilya dengan para pengurus dokumen yang gak (mungkin gak untuk) meminta uang pelicin. siberuang pun pulang dari s*tn*g untuk menyerahkan hasil pekerjaan. Setibanya di parkiran kantor, siberuang memarkirkan motor dan mempersiapkan semua helm dan masker kembali ketempatnya, siberuang pun kembali memeriksa dokumen..voila..lenyap sama sekali..evaporated??
langsung balik lagi ke S*tn*g, siberuangdi perjalanan kembali terpikirkan tentang kejadian pagi hari dimana siberuang ditabrak oleh motor di daerah jalan Sudirman, siberuang sempat marah. tapi ternyata motor yang nabrak si beruang tuh ditabrak metromini setelah mencoba kabur dari si beruang..agak tragis seh..tapi gimana lagi??hehe
Singkat cerita..
siberuang telah selesai mengambil dokumen yang ternyata tertinggal di S*tn*g. siberuang langsung ajah pulang..jalurnya adalah medan merdeka--jalan belakang thamrin--tanah abang--slipi--pejompongan.
Kejadian aneh pun terjadi dimulai di daerah jalan belakang thamrin daerah departemen perhubungan. Di situ, siberuang kakinya (oops, cakarnya) dilindas sama sebuah mobil tipe keluarga..hiks..setelah itu itu mobil malah ditabrak sama mobil lain yang menerobos lampu merah..hehe
Kejadian selanjutnya, siberuang melanjutkan perjalanan sampai daerah perempatan tanah abang yang ada fly overnya. di situ ada sebuah motor yang tiba menabrak motor siberuang. Siberuang sempat kaget akan getaran yang ditimbulkan. sewaktu siberuang meliha ke belakang, ternyata motor yang menabrak beruang sudah tergeletak di bawah..maafkan saya, That's absolutely not my mistake.
Setelah itu si beruang membawa motor lebih berhati-hati. Kecepatan standar (cuma 90 km/hour), jalan di sisi yang benar (sebelah kiri bagaian kanan jalan), dan mematuhi rambu lalu lintas (berputar di tempat yang ada lambang garis setengah lingkaran di coret)...hehe.
hiks..beruang kerasa pengen makan seseorang...arggh...2 orang yang pedes..diiris tipis2..kasih tetesan lemon..dan garam dikit..mangstabb!!
neh gambarnya beruang ganas..hehe

ups salah...yang bener tuh yang ini..
-may ALLAH be with us-
08 Juni 2009
akhir pekan ini di Cilegon
Padahal sewaktu Jumat malamnya kita berdua udah dan masih berantem karena hal yang (gak) sepele...Sms-an dengan cewek lain..
Siberuang udah jelasin kalo sms itu cuma untuk buat jaringan gak lebih..sebab itu cuma iseng dan membuat silahturahmi..cerita tentang sms ini memang gak penulis perpanjang karen takutnya malah akan membuat cerita ini berbelok dari makna aslinya..
Singkat cerita...
Sabtu pagi setelah bangun kesiangan, siberuang menjemput sisapi, dan setelah sarapan, siberuang dan sisapi menggunakan motor (baca=simarun). langsung menempuh sebuah perjalanan yang membuat pantat dan kulit panas sejauh kurang lebih 115 km sampe ke rumah Bapaknya siberuang di cilegon.
Di perjalanan kita benar-benar (gak) menikmati perjalanan yang sangat membuat si beruang beberapa kali hampir mengeluarkan taringnya..tapi untunglah sisapi yang baik hati tetap berhasil menenangkan hati siberuang dengan mengelus perut. (loh hubungannya apa yah?emang hatinya beruang di perut yah?)
di Kota itu, kota yang menampung siberuang hingga SMP..masih membuat bangga siberuang untuk memamerkannya kepada siberuang.
hingga diakhiri melihat sunset di pantai Suralaya.
So sweet
I love you hunny Bunny babi..hehe
-may ALLAH be with us-
03 Juni 2009
assalamualaikum..(ex. Situ Gintung)
Benernya dala kesempatan kali ini, Siberuang mo nulis sedikit tentang si sapi..sapi itu adalah seorang cewek (loh kok gitu??!) yang mendapatkan kesempatan paling mulia untuk menjadi calon istri si beruang (serius gitu loh). Sapi sendiri masih keliatan logat kedaerahan yang amat agung itu (baca=nDeso). Dia sekarang sedang menuntut ilmu di daerah selatan jakarta yang berbatasa dengan daerah yang kemaren tanggulnya jebol.
Ceritanya tuh sisapi minta dianterin buat mengunjungi calon murid lesnya di daerah ciputat, tepatnya di daerah "kampoeng jajan satoe lagi"..makanannya enak-enak, tapi sampe sekarang siberuang gak pernah kebagian apalagi nyicipin hehe.
Tadinya sempet bingung juga karena sisapi yang menggantikan siberuang untuk mengajarin dan nemenin belajar aldrin dan audrey (ini korban yang lama..yang mo les hubungi ane yah..di 08979767898). tapi anehnya kedua anak-anak bu Maya tersebut menolak mentah-mentah keinginan untuk menggantikan siberuang dengan sisapi. Sisapi dianggap oleh kedua "korban" sebagai seorang sosok ibu-ibu..hehe..
tapi untungnya setelah melihat, "korban" tersebut telah terima akan keadaan untuk diajar oleh sisapi..moooo.
setelah dari tempat korban..
kami sempat berjalan2 sebentar karena sisapi ingin tahu letak dan lokasi Situ Gintung..akhirnya setelah dari situ kami makan di warung makan yang lumayan romantis..dimana cahaya lampu sentir menjadi penerangnya (lebih ke arah remang-remang seh..)..
SO SWEET..
paginya, ternyata ada kabar kalo di waktu subuh situ gintung telah tiada yang turut membawa korban warga yang tinggal di daerah sekitarnya..
So sad..
-may ALLAH be with us-
27 November 2008
07 April 2008
Kebiadaban Pusdiklat (gempa)
04 April 2008
siberuanggendut.blogspot.com
-may ALLAH be with us-
Alhamdulillah, akhirnya pengumuman penempatan diberikan. biro humas menjadi tempat selanjutnya untuk mandi, lho.
ternyta batu sadar kalo ternyata hidup di jakarta kelamaan tuh gak baek, coz dapat menyebabkan alergi sama bokek, infeksi pada dompet kosong n dapat memperbesar kemungkinan buat terkana serangan flu miliarder, bahkan yang paling parah adalah terkenanya radiasi dari suksestus gantengis mantepiyan.
pada beberpa soal, beruang berpendapat kalo hidup ini lucu.
1. akhirnya udah bisa balik lagi sama butty, dulu sempet putus. karena merasa kosong, kurus (kalo ini mah bo'ong, asli), gak ada yang merhatiin...sepi..krik..krik.
2. dapet penempatan di kantor pusat, biro humas n luar negeri (pray me to keep istiqomah).
3. masih banyak kesempatan buat kul ekstensi n cari duit halal...fyuh..
4. diklat akhirnya selesai..banyak yang mo diceritain, tapi nanti aja deh..
aku melakukan semua ini untuk-Mu Tuhan, bantulah aku. karena tidak ada yang tidak mungkin bagi-Mu. kalo memang jalan yang aku tempuh bukanlah yang sebenarnya maka berikan aku yang terbaik..
i love you GOD
14 Februari 2008
neraca hati
Akhirnya tiap detik penantian menjadi menit kesedihan. Hal ini terjadi akibat setiap persamaan matematika yang ikut tercipta seiring kita bersama menjadi indah karena dihiasi senyuman. Andai saja detik kesedihan sempat terhenti untuk sekedar melegakan udara, mungkin tidak akan tercipta indah ini.
Terima kasih atas kesempatan yang kau beri atas sebuah harapan. Harapan untuk lebih dari sekedar pembuktian yang tetap dipercaya, meskipun senyum tadi adalah sebuah luka yang mengkristal dan mengencangkan transformasi kita menjadi kita saat ini.
Adik telah membuktikan bahwa indahnya hati adalah suatu anugerah tanpa ada hubungan dengan yang lain. Apapun asal dari sebuah benda, manfaat adalah yang utama. Semua bisa bilang Asbabun nuzul adalah sumber kepastian, tapi dalam hal ini, kenyataan lebih penting dari sekedar sebuah pernyataan maaf. Adik telah memberi kesempatan atas sebuah kepercayaan, meskipun keraguan sering datang yang ditiupkan oleh setan amarah, maaf hanya emosi sesaat. Karena pada akhirnya sebuah keutamaan terletak pada sekarang dan masa depan bukan lampau.
Sebuah hutang yang telah dilunasi dengan harta maaf telah menjadikan modal ini terbentuk semakin nyata. Ada beberapa cadangan hati yang membuat kita tetap bisa menyesuaikan dengan keadaan. Akan terus kita periksa hingga akhirnya sebuah kepastian yang seimbang tercipta
14 Januari 2008
NEMO...you've called me
Tulisan di kamar pojok
Sebuah nama...Amalia
Mungkin untuk semua teman dekat saya, nama ini sudah merupakan suatu kebosanan atas sebuah penceritaan yang terus diulang semenjak empat tahun yang lalu. Entah kenapa, tiba-tiba saja saya kembali ingin menceritakan kisah aneh ini. Sebuah kisah yang berjudul “Mencari Herman” dari Dee membuat saya ingin kembali menuangkannya dalam sebuah karya biner hasil rekaan laptop pinjaman ini.
...
Sebuah wajah yang duduk di pojok ruang try out ini masih terus membayang dan membuat semua persiapan yang saya lakukan menjelang ujian menjadi seuah sia-sia belaka. Pagi itu di sebuah lembaga pendidikan yang terkemuka, sejak awal memang saya telah niatkan dari rumah untuk menjadi salah satu bentuk latihan dan bukan mejadi ajang untuk terus meraut pensil runcing yang masih saya lakukan hingga harus menggeser posisi ibu jari saya. Namun entah kenapa pandangan dan pikiran saya menjadi tidak bisa lepas dari sosok misterius di pojok ruangan yang hari ini tampak anggun dengan jilbab putih dan frame kacamata berbentuk simetris yang tidak menggunakan batas bawah. Saat itu yang saya harapkan hanya waktu try out segera berakhir dan entah bagaimana caranya, saya harus bisa berkenalan dengannya.
Akhirnya waktu yang dinanti akhirnya tiba. Sebuah nama yang akhirnya bisa dipanggil dengan 3 huruf singkat itu masih menyimpan sebuah misteri yang menarik untuk ku pecahkan. Si tiga huruf itu adalah seorang murid yang berada di dekat sebuah stadion yang berada di kota Jogja bagian utara. Setelah perkenalan itu pula sebuah foto dan secarik kertas yang bertuliskan nomor telepon saya dapatkan lewat perantaraan seorang teman yang bersekolah sama dengannya. Dari saat itu saya mulai mendapatkan keberanian untuk menelpon dan mendekati sebuah makhluk yang bernama wanita. Bukan fisik yang membuatnya terus bertahan hingga akhirnya kejadian tidak mengenakkan yang bagi saya adalah sebuah upah yang saya dapatkan sebagai upah dari kesetiaan yang lebih lengkapnya akan saya tuliskan di akhir tulisan ini.
Waktu ujian yang semakin dekat malah membuat saya semangat untuk mengetahui lebih jauh tentang dia. Kurang lebih 4 bulan setelah saya dilahirkan, dia lahir di Jakarta. Seorang gadis manis yang merupakan anak dari pasangan Bogor – Jogja telah merebut hatiku kala itu. Dia mengalami masa remaja yang yang masih misterius hingga kini di Balikpapan, sebuah kota di Kalimantan Timur yang lebih besar dan maju dari pada ibukota propinsinya. Hingga dengan sebuah alasan pasti membuat dia pindah ke kota asal ibundanya, Jogja. Kegiatan menelpon menjadi sebuah rutinitas dan semangat belajar menjadi hilang ketika kegiatan itu tidak dilanjutkan. Mungkin ini cuma perasaanku saja, yang membuatku yakin kalau sesungguhnya rasa ini telah membuatku mampu meninggalkan kegiatan lainku selama tahun – tahun awal di SMA yang terletak di tepi jalan menuju kota Magelang. Perasaan itu juga membuat keyakinan yang amat tebal untuk mengatakan perasaan jujur yang telah saya simpan semenjak mengenal dia, kalo menurut beberapa buku yang saya baca dalam bahasa modifikasi bahasa latin adalah love at the first sight. Di sebuah burger booth yang terletak di kawasan sekolahnya. Dan jawabannya kali itu adalah air mata yang disamarkan. Karena seorang yang bernama sama dengan kawan akrab saya yang hingga kini masih dijadikan alasan untuk tidak bisa menyatukan kita.
Entah kenapa, karena dia, saya menjadi seorang yang mengikuti perkembangan film yang diterbitkan oleh Hollywood. Judul seperti A Walk to Remember, How to Loose a guy in 10 days, dan Lord of The Rings membuat saya menjadi maniak film mendadak. Tokoh seperti Orlando Bloom dan Erick Banna menjadi bahan pembicaran yang saat itu saya rasa mengasyikkan. Dan obrolan itu pula yang membuat saya masih bisa berhubungan dengannya. Meskipun sekali waktu saya memberanikan diri untuk berkunjung ke rumahnya di sebuah komplek yang berada di pinggir jalan menuju Kaliurang. Rumah itu pula yang sempat beberpa waktu menjadi semacam ritual yang harus saya lakukan ketika ada waktu untuk sekedar melewatinya dengan sedikit mengenang beberapa kejadian obrolan yang terjadi di terasnya.
...
Saatnya tiba, ya betul sebuah pilihan yang memaksa saya berpikir kalau jarak antara Jakarta dan Bandung adalah sebuah jarak yang menyebalkan. Memang dari semenjak kami berkenalan dia selalu mengutarakan niatnya untuk masuk ke jurusan teknik nomor 1 di Indonesia, tentu saja selain mendukung tim Jerman kesayangannya utnuk berlaga di Piala Dunia 2006 yang akhirnya diketahui kalau Italia adalah jawara.
Satu kali saya pernah mengunjunginya dan salah satu sudut institusi pendidikan itu menjadi saksi jika jarak adalah alasan dia tidak bisa menerima dan melanjutkan hubungan ini, tapi saat itu saya tetap berusaha untuk meyakinkan untuk tetap bertahan dan berusaha sabar atas halangan ini.
Hingga pada saatnya sebuah pesan singkat yang saya terima darinya memaksa saya untuk menuju warung internet dan membuka sebuah situs komunitas, Friendster, dan masuk menuju bagian pesan yang dari waktunya nampak jika baru dikirim pagi hari. Intinya adalah sebuah pengakuan karena adanya hubungan yang dia jalin dengan kawan satu jurusan yang berasal dari Tasikmalaya dan hobi bermain sama dengan saya, basket.
Kontan seribu rasa sedih yang menumpuk tidak mampu saya luapkan karena kelenjar air mata yang rusak. Meskipun kata maaf, jarak sebagai alasan, dan ketidakinginan untuk menyakiti lebih lama telah disebutkan dalam pesan itu. Tapi rasa aneh yang membuat nafas mendadak menjadi sesak dan pandangan berkunang-kunang telah terlanjur menghinggapi. Dan masa persiapan ujian yang akuntansi adalah jadwal yang diujikan besok, tidak membuat rasa tadi hilang. Karena alasan itu pula akhirnya saya mengambil keputusan untuk menelpon ibu yang ada di rumah. Mungkin karena hubungan batin dengan yang dilahirkannya, saat beliau mengangkat telepon langsung bertanya apakah saya ada masalah dan sebuah tarikan nafas yang dalam menjadi jawaban yang cukup membuat ibu tahu. Beliau kemudian juga bertanya apakah itu berhubungan dengan si-tiga-huruf yang ada di Bandung, lagi – lagi sebuah tarikan nafas menjadi jawaban. Ibu lalu bilang bahwa tindakan itu merupakan tindakan yang tidak pantas untuk dipikirkan terlebih lagi ujian akuntansi yang menunggu besok juga dapat menentukan nasib saya di sekolah negara dibawah naungan Departemen Keuangan ini. Beliau berkata kalau tindakan ini merupakan bukti ketidakpeduliannya terhadap saya, jadi buat saya harus memikirkannya toh dia juga melakukan tindakan ini tanpa memikirkan saya. Saya tahu kalo ini adalah sebuah nasihat ibu untuk saya yang waktu itu sedang labil, tapi kehangatan beliau yang terpancar dari kata yang diucapkannya cukup membuat saya tenang dan pulang kembali ke kamar pojok di tempat kos saya yang pertama dengan kepala tidak menunduk lagi.
Terima kasih ibu... Terima kasih Ami.
Guten Nacht!
